Dialog Semesta Tua

Kata-kata menjadi asap yang menguar ke langit, mengubah semua jadi kelabu seperti foto usang yang kalah mengabadikan zaman.

Perdebatan-perdebatan dari segenap agitasi adalah sirkuit yang memutari kepala, menciptakan badai di dalam bola mata.

Inilah tentang dialog semesta tua. Perbincangan yang melumut di batu-batu kali, sementara hidup seperti arus sungai.

Aku ingin sekali menjadi lubang hitam di dalam kepala semesta tua, mengisap seluruh pertanyaan-pertanyaan, juga segenap agitasi. Tak melulu jadi batu-batu kali yang dipaksa terkikis menuju  laut.

Kata-kata menjadi asap, menguar ke langit, seperti puisi ini. Tak berarti. Semesta tua tetaplah semesta yang congkak, menciptakan sirkuit-sirkuit agitasi baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s