Perempuan dari Venus yang Mencintai Kulkas Es Krim

Di sebuah toko waralaba, di sudut dalam toko itu, kita berkenalan. Kau mengaku dari Venus. Saat itu usiamu masih belia. Kau merengek pada ibumu. Akulah penyebabnya. Perkenalan yang tak berkesan.

Di siang yang terik kau menemuiku lagi. Ini kali bersama kawan-kawan mungilmu. Tanpa rengek, hanya bising yang ceria. Kita begitu lekat, begitu dekat, seperti sepasang kekasih.

Seminggu kemudian kau datang kembali bersama ibumu. Kita bersitatap. Dari jauh. Kau terbatuk, aku tertunduk.  Sungguh, aku ingin kau memelukku dan merasakan bibirmu. Tapi kau tak berani mendekatiku.

Berpuluh tahun kemudian, kita bertemu kembali di toko waralaba yang berbeda. Kali ini kau bersama seorang pria. Tetapi ia tetap mirip seperti ibumu. Kita hanya saling berpandang. Dari jauh. Memendam ingin.

Di malam yang hujan, tiba-tiba kau membangunkanku dari mimpi tentang kemarau yang masih jauh tiba. Kembali aku dan kau seperti sepasang kekasih. Aku memelukmu, bibirmu memelukku. Percintaan yang tak terelakan. Tetapi, ada rasa yang berbeda, matamu lebih basah dari hujan bulan Desember. Selebihnya tetap sama, kau perempuan yang mengaku dari Venus, yang mencintai kulkas es krim.

-untuk kau yang berulang tahun 9 September-

One thought on “Perempuan dari Venus yang Mencintai Kulkas Es Krim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s