Malam dan Cinta yang Baik

Dear Kamu…

Adakalanya saya begitu menyukai malam. Karena malam adalah tempat paling aman untuk menyembunyikan kesedihan, juga keletihan. Malam tempat sebagian orang dapat menjangkau kebahagiaannya, di dalam ruang mimpi yang mereka ciptakan sendiri, saat realita dipenuhi masalah kehidupan. Mesti hanya singkat, lebih-kurang 8 jam, mimpi-mimpi itu terkadang membawa semangat baru bagi mereka di esok hari.

Namun, adakalanya juga saya tak menyukai malam. Malam selalu mampu menghadirkan hantu-hantu masa lalu, kenangan-kenangan yang tiba-tiba muncul serupa film seluloid yang diputar dengan adegan slowmotion. Dan kamu yang selalu menjadi tokoh utamanya.

Pernah tumbuh sebaris pertanyaan dalam benak saya; bagaimana bisa saya mencintai kamu tanpa memiliki kamu, atau kamu tak pernah mengetahui perasaan saya? Saya mencari jawaban untuk pertanyaan itu di dalam kepala saya, dan saya tak menemukan apapun. Tetapi, ketika saya menanyakan hal itu pada hati saya, kau tahu, ia begitu mudah menjawabnya. Cinta yang baik itu seperti air, apapun wadahnya ia tetaplah air dengan sifat-sifatnya. Memilikimu atau kau mengetahui perasaan saya atau tidak, bukan itu yang terpenting. Tetapi kehadiran, keberadaan. Mengisi agar wadahnya tetap berisi, bagaimanapun bentuk wadahnya. Saya selalu ingin mempercayai bahwa tak ada kata terlambat untuk cinta yang baik, karena memang cinta datang selalu tepat waktu. Yang diperlukan hanyalah menunggunya. Sampai kapan? Entahlah. Itulah yang membuat saya tak menyukai malam, yang membuat semua hal terasa lambat.

Kau tahu, kenapa tiba-tiba saya menuliskanmu kembali? Belakangan ini kamu hadir di mimpi saya jauh lebih sering. Seperti yang saya katakan di paragraf awal surat in; malam tempat sebagian orang dapat menjangkau kebahagiaannya di ruang mimpi. Ya, kamu adalah salah satu hal yang dapat membuat saya merasa bahagia dan hanya di mimpilah saya bisa menjangkaumu.

Saya menuliskan surat ini tanpa menyisipi namamu di dalamnya. Tetapi saya yakin kamu tahu surat ini tertuju padamu. Karena cuma saya yang bila ditanyai apa cita-citanya, ingin jadi cinta yang baik bagimu. Selamat malam, selamat tidur kesayangan. Selamat memeluk mimpimu.

Tertanda,
TS.

One thought on “Malam dan Cinta yang Baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s