Apakah Kau Masih Membacaku Sebagai Kau?

“Apakah kau masih membacaku sebagai kau?” Sebaris kalimat tanya mengalir bersama butiran darah dalam tubuhku; selalu ingin kutanyakan padamu setiap badai mengoyak pucuk puncak kepalamu, atau genta rindu berderak parau dalam sukmaku.

Apakah kau masih membacaku sebagai kau?

Puisi dan sajak telah kehilanganmu. Senja ungu enggan tampak di antara bait-bait puitis yang memagari cakrawala. Namun kau tetaplah pantaiku, tempat bagi ombak jiwaku berpulang.

Tetapi,
Apakah kau masih membacaku sebagai kau?
Apakah kau masih membacaku?
Apakah kau?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s