Suatu Pagi di Suryakencana Aku Menemukanmu.

Mencintaimu serupa kabut yang melatari Suryakencana.
Aku dapat mencium wangi udaramu,
aku dapat menyentuh dingin embun di pucuk-pucuk edelweis yang tumbuh menyelimutimu,
namun mataku terpaku pada sesuatu yang samar di balik punggungmu.

Aku menunggu hingga matahari menyibak tabirmu,
menunggu tangan-tangan cahaya menarik dan membelai keakuanku (seperti angin di puncak gunung itu yang setia pada berai rambutmu),
dan lantas menjatuhkanku ke dalam peluk lembahmu.
Jatuh…

Dan jatuh.

One thought on “Suatu Pagi di Suryakencana Aku Menemukanmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s