Waktu Terbaik untuk Libur Mencintai Saya

Senja masih jadi momen puitik yang akan selalu menghiasi tulisan saya. Entahlah, saya begitu menggandrungi senja. Bahkan saya menganggap senja sebagai kekasih saya, hal yang selalu membuat wajahmu merah nyalang karena cemburu.

Semestinya kau tak harus mencemburui senja. Kau yang lebih dulu menatap senyum saya dan wajah kau menjadi epilog bagi hari-hari saya sebelum terbenam ke dasar lembah mimpi. Kau adalah pagi dan malam untuk saya. Tidakkah itu sudah cukup untukmu?

Saya tak mengerti, kau menginginkan seluruh saya dengan bayaran cinta sepanjang usia. Sungguh saya tak mengerti. Jangan jadikan cintamu sebagai tali kekang, kau takkan pernah bisa mengendalikannya. Kau yang akan tersungkur nanti, sebab kau tak akan mampu mengikuti akselerasinya. Saya mencintai senja, karena di waktu senja lah, saya bukan milik siapa-siapa. Saya milik diri saya sendiri. Tidakkah kau pernah merasa letih mencinta? Carilah waktu terbaik untuk libur mencintai saya, dan kau bebas mencintai siapapun saat itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s