Sebuah Catatan Kecil untuk Kamu yang Telah Mengajari Saya Terbang dan Menyelam

image

Warna matanya biru, sewarna langit pagi yang dipendarkan srengenge. Atau berpias indah, seolah seperti sekumpulan kunang-kunang di malam buta, merayakan sepi.

Dan senyumnya, jembatan yang mempertautkan kebahagiaan pada kehidupan. Saya selalu menyukai senyumnya. Senyum yang menjadi landasan juga alasan mengapa saya perlu belajar menerbangkan impian saya.

Mungkin memang demikian cinta. Membuat hal-hal tak mungkin menjadi sesuatu yang masuk akal (atau setidaknya mengubah keyakinan akan sebuah keputusan yang telah diputuskan). Sama seperti halnya saya yang takut pada ketinggian, tetapi karena cinta, membuat saya berani (lebih tepatnya memberanikan diri) untuk menerbangkan angan-angan, meskipun saya tahu sayap-sayap impian saya belum cukup tangguh mengikuti kepak sayap-sayapnya. Begitupun saya yang tak bisa berenang, karena cinta, membuat saya berani menyelami palung terdalam di dalam samudera hatinya. Semua karena cinta.

Cinta yang menjadikan matanya sewarna langit pagi atau kunang-kunang yang tengah merayakan sepi, dan cinta pula-lah yang membuat senyumnya serupa jembatan, mempertautkan degenap kebahagiaan yang siap bertandang ke hati setiap orang.

Tulisan ini untuk kamu, untuk seseorang yang hanya berani kusebut namanya dalam doa. Terima kasih sudah mengajari saya terbang dan berenang, terima kasih sudah membuat saya mempercayai hal-hal yang tak mungkin menjadi hal yang masuk akal.

Semarang, 6 Oktober 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s