Sepasang Nasib dalam Tulisan

— Untuk Faridah Teddy

Dia tak pernah menahanku untuk tetap tinggal. Dia pun tak pernah memintaku pergi. Dia mengambil porsinya sebagai seseorang yang aku cintai dan aku mengambil porsiku sebagai orang yang mencintainya. Kami memahami porsi kami masing-masing.

Dia masih dan akan selalu hidup dalam tulisan-tulisan. Dia tak pernah bisa dibunuh dengan pengabaian. Dia permanen, melekat dalam benak. Dan aku, aku tak pernah berniat mengenyahkannya dalam pikiran. Dia sumbu bagi segenap ingatan-ingatan baik yang berotasi di semesta kenangan.

Aku menghidupkannya sebagai luka yang tak pernah membuatku jera. Aku menghidupkannya sebagai sesuatu yang membuatku menghargai kehidupan. Dan dia adalah angan-angan yang menjadikan langitku kaya akan warna pengharapan.

Dari semesta terjauh, doa selalu menjangkaunya. Dia senja ungu dalam lampias musim yang kukenang sebagai bahagia. Biar aku mengambil porsiku, biar dia mengambil porsinya. Kami, sepasang nasib yang akan selalu hidup dalam tulisan-tulisan.

Semarang, 4 Maret 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s