Cinta yang Kanak-kanak

Dear Bunga Liar,

Aku sering berpikir dan bertanya dalam diri, apakah cinta semestinya tak tumbuh dewasa? Menjadi dewasa, berarti harus siap menghadapi kehidupan yang rumit dan kian pelik. Kau tahu, kepalaku begitu alergi dengan sesuatu yang pelik. Aku tak lagi mau diserang vertigo setiap pagi, atau migren setiap rindu datang namun temu tak jua sampai. Aku ingin cinta tetap menjadi kanak-kanak. Yang riang, lincah melompat-lompat di atas trampoline dan tak pernah letih berlari-larian. Atau ketika tengah bertengkar, tak butuh waktu lama untuk kembali menjadi akur dan berbagi gulali merah jambu. Seperti kita dulu. Entahlah, itu kau sebut cinta atau bukan. Karena bagiku saling memuji tanpa janji adalah cinta yang baik yang bisa kau berikan padaku, dan aku tak pernah memintanya lebih dari yang kau berikan.

Akhir-akhir ini aku kembali didatangi vertigo, tapi tenang saja, kau tak perlu khawatir. Hanya vertigo ringan, hanya butuh sedikit istirahat. Sepertinya cinta di dalam hatiku telah tumbuh dewasa, dan aku takut. Kau pernah mengatakan padaku, aku harus menjaga hatiku agar tetap baik-baik saja. Aku takut tak bisa menepati janji itu padamu. Aku takut cinta yang telah tumbuh dewasa ini merusak apa yang telah kau tinggalkan di hatiku – kenangan juga angan-angan tentang awan merah jambu. Kadang aku lebih memilih mengencani sepi, hanya untuk sekadar menjaga apa yang kau tinggalkan tetap baik-baik saja.

Dan akhir-akhir ini pula, semenjak aku coba menepikanmu dalam pikiranku, aku justru kehilangan keinginan untuk menulis. Dan bila dipaksakan menulis akan kelihatan sekali tulisannya memaksakan ide. Aku tahu kau pasti benci aku mengatakan hal demikian. Tapi mau bagaimana lagi… Ternyata memang benar, menulis adalah pekerjaan paling jujur. Jujur dengan hati, jujur dengan pikiran, jujur dengan perasaan yang dirasakan. Ya, memang seharusnya kau tetap dalam pikiranku dan dalam tulisan-tulisanku dengan begitu aku merasa hidup.

Suratku ini mungkin tak semanis dulu. Tapi aku berharap kau masih akan membacanya dengan menyematkan simpul-simpul senyum terindah milikmu yang selalu aku sukai itu. Selamat menjalani hari ini dan hari-hari mendatang dengan bahagia.

Sincerely,

Telaga Sunyi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s