Jalan Pengampunan

Kepada Tanaya Wirasti

Suratmu yang lalu begitu mengejutkanku, namun tak sampai menohok uluhati. Aku sadar kau pantas untuk berbahagia. Sangat pantas. Itu jawaban yang akhirnya dapat kau temukan sendiri, Tanaya. Jawaban dari segala pertanyaan yang bertengger di pucuk puncak kepalamu. Kini kau sudah paham, bukan?

Tanaya Wirasti, seperti yang sudah kukatakan pada surat-suratku yang terdahulu. Aku tak ingin lagi menarikmu dalam lingkar masa lalu kita yang suram. Tidak ada keinginan itu, Tanaya. Anggap saja aku sebagai sahabatmu yang butuh pertolongan, butuh pengampunan.

Tanaya, mungkin setelah surat ini, aku akan lama  membalas suratmu berikutnya. Esok aku akan kembali masuk ke dalam ruang perawatan intensif. Aku butuh doamu, Tanaya. Itu saja.

Tertanda,

Raka Banyu Saseno

One thought on “Jalan Pengampunan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s