Bukan untuk Masa Lalu

Kepada Raka Banyu Saseno

Terima kasih untuk perasaan mencemaskan ketidakbahagiaanku yang masih kau simpan dalam benakmu. Terima kasih untuk segenap perhatianmu. Tapi sungguh, aku selalu baik-baik saja sekarang. Percayalah, Banyu, kepergianmu tak hanya meninggalkan luka di hatiku yang teramat dalam. Tetapi juga, aku menemukan pelajaran yang sungguh sangat berarti. Bahwa kau tak boleh menyerahkan seluruh hatimu untuk seseorang yang kau cintai, kau harus menyisakah separuh hati untuk dirimu sendiri. Karena jika seseorang yang kau cintai pergi meninggalkanmu, hatimu takkan terbawa seluruhnya.

Aku pernah mencintaimu dengan seluruh hatiku. Dan ketika kau pergi, aku benar-benar kehilangan siapa diriku yang sebenarnya. Ah, untung saja, Banyu, waktu mau mengembalikan repihan-repihan hati ke dadaku. Dan waktu pula-lah yang membuatku menemukan seseorang yang memang benar-benar mencintaiku, yang tak hanya bisa mencemaskan ketidakbahagiaanku saja, tetapi ia juga mau memperjuangakan kebahagiaanku yang tak pernah sekalipun kau lakukan untukku, Banyu.

Banyu, tidakkah adikmu memberitahu? Aku sudah menikah dan memiliki seorang putri yang lucu. Bahkan saat aku bertemu dengan adikmu, ia mengatakan sangat gemas dengan putriku. Maaf, Banyu, jika perihal ini membuatmu terkejut.

Aku bukan Tanaya-mu lagi, Banyu. Aku bukan Tanaya yang dulu, yang begitu mencintaimu. Waktu mendewasakanku. Banyu, berhentilah menyesali hidup yang telah terlewat. Kita tak lagi hidup untuk masa lalu, bukan?

Tertanda,

Tanaya Wirasti

One thought on “Bukan untuk Masa Lalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s