Sepotong Tubuh yang Terkapar di Laut Matamu.

Sepotong tubuh yang terkapar di laut matamu itu, manisku, adalah tubuh dari angan-anganku yang lusa lalu kau ajak menyentuh langit impianmu. Sebelum sayap-sayapnya kau patahkan dengan ribuan asumsi yang menggenangi kepalamu.

Sepotong tubuh itu, manisku, masih menyimpan potret-potret perjalanan menuju langit impianmu, membingkainya serupa mozaik-mozaik yang teramat indah untuk melukai ingatanku.

Manisku, sepotong tubuh itu telah mati sore tadi. Senja telah memakamkannya di ujung cakrawala, dan duka meruap bersama luruh dandelion-dandelion merah muda.

Sepotong tubuh yang terkapar di laut matamu, manisku, masih tetap jadi angan-angan yang mencintai langit impianmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s