Desember

Di Desember, kekasih pergi dalam balutan gaun putih terindah.
Merebahkan mata yang pernah menumbuhkan surga.

Desember
Tetes-tetes tinta terbuat dari air mata pernah menuliskan kisah,
tentang pena yang tak lagi mendongengkan cerita pemilik mata-mata penyimpan bahagia.

Di Desember, separuh hati pergi ke tempat yang suci; rumah cinta yang abadi.
Sementara aku, kini sibuk merapikan mimpi.

Desember
Akan selalu ada hujan; teman bagi kesepian,
tempat berpulang rindu-rindu yang tak lagi berpuan.

Semarang, 1 Desember 2011

2 thoughts on “Desember

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s