George

Ada bunyi gaduh setiap malam dari dalam gudang sejak empat buah ban mobil jeep milik kakakku, George, tersimpan di sana. Namun beberapa hari belakangan ini bunyi gaduh itu tak lagi terdengar, berganti dengan bau busuk yang begitu menusuk hidung. Istriku mengira itu bangkai tikus atau tokek, tapi firasatku berkata lain. Entahlah, ketika membuka pintu gudang, detak jantungku begitu cepat. Tak seperti biasanya. Lalu dan istriku mencari sumber bau itu, anehnya ketika pintu terbuka, kami tak lagi mencium bau itu. Istriku berpikiran, mungkin karena terbawa angin yang masuk baunya tak tercium. Kami pun sepakat mencari kembali bau apa sebenarnya  yang begitu menusuk. Sia-sia, sampai hari menjelang sore kami tak menemukan sumber bau itu.

Hari berikutnya, bau itu kembali. Bukan hanya tercium dari kamarku saja yang kebetulan letaknya tak jauh dari gudang, tetapi bau itu sudah menyebar ke penjuru rumah. Laras dan Kisha, anakku, memilih sarapan di sekolahnya daripada harus duduk di meja makan yang tercium bukan aroma masakan Bik Sum, malahan bau bangkai. Begitupun dengan istriku, ia memilih sarapan di kantornya. Sebelum berangkat ke kantor aku berpesan pada Bik Sum untuk mencari bangkai tikus yang mengganggu itu.

Malam menjelang, Bik Sum melapor padaku bahwa tak ada satu bangkai pun ia temukan. Seperti hari yang lalu saat aku memeriksa gudang bersama istriku, bau itu tiba-tiba hilang.

*

Beberapa hari ini, bau tak lagi tercium. Namun kembali setiap malam terdengar bunyi gaduh di gudang. Terdengar seperti ada orang yang sedang memukul-mukul badan dengan kayu. Aku kembali menyuruh Bik Sum memeriksanya. Setelah diperiksa, Bik Sum tak mendapati apa-apa.

Keesokan harinya, kutelepon kakakku untuk segera  mengambil bannya yang akan ia jual. Firasatku berkata hal-hal aneh yang terjadi di rumahku sebulan ini mungkin dari ban itu, tapi ada apa dengan ban itu? Ingin rasanya kukorek informasi, namun aku takut menyinggung kakakku.

Malamnya, suara gaduh dari gudang tak terdengar begitu pun bau yang biasanya menyeruak, tak tercium. Malam itu aku bisa tertidur nyeyak di samping istriku. Dan malam itu pula seorang gadis cantik berambut panjang, berhidung bangir, berkulit putih khas ras kauskasia mendatangi mimpiku. Dalam mimpiku ia berkata, George telah membunuhnya. Ia dibunuh dengan cara ditabrak dan dilindas dengan mobil jeepnya. Mayatnya dibuang di semak-semak dekat arena relly. Lalu aku bertanya padanya, kenapa dia mengganggu keluargaku, bukan George yang ia hantui? Dan alasan apa yang membuatnya dibunuh oleh kakakku? Ia menjawab, ia terjebak di gudang. George tahu, ban mobil yang George pakai untuk melindasnya yang akan membawanya pada George. Ya, sebelum menitipkan ban mobil itu, George sempat pergi ke seorang paranormal. Dan alasanya kenapa George tega membunuh gadis itu tak lain karena gadis cantik ini mengetahui perihal mark-up yang sering George lakukan di setiap proyek pembangunan jalan yang tengah dikerjakan kantornya.

Aku terbangun dengan bersimpah peluh. Istriku  menatapku dengan wajah heran, panik, dan ketakutan. Kuceritakan semua perihal mimpi yang baru kualami. Esok harinya, George datang untuk mengambil ban-ban itu. Kutanyakan pada George tentang apa yang telah diceritakan gadis cantik dalam mimpiku semalam. Ia tak mengaku, justru ia mentertawaiku yang mempercayai mimpi. Aku tak bisa berbuat banyak, aku tak punya bukti untuk membawa kakakku mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kulepas George bersama ban-ban yang sebulan ini tersimpan di gudang rumahku. George pergi dengan mobilnya, dan di depan gerbang rumahku aku melihat gadis cantik seperti mimpiku semalam. Ia tersenyum ke arahku.

Tak beberapa lama kemudian dering telepon berbunyi, istriku yang mengangkat. Ia tergagap-gagap menjawab. George kecelakaan.

 ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s