Empat Ratus Delapan Puluh Tujuh Kilometer (3)

Meruap-ruap segala ingatan manis tentang mimpi yang kita sadap dari pelepah-pelepah rindu. Dan semakin kupahami bahwa semestaku tak lebih dari lingkar bulat bola matamu; menyimpan segenap apa yang tak pernah terejawantahkan hujan ataupun kemarau, meruahkan khidmat doa-doa yang hanya mampu didengar telinga-telinga malam.

Dekapku akan lebih dekat dari detak-detak nadi yang memeluk hidupmu. Kecupku akan jauh lebih hangat dari pias-pias cahaya srengenge pagi yang menyentuh keningmu. Dan empat ratus delapan puluh tujuh kilometer, tak pernah sejauh saat kita tak lagi saling mendoakan, Mustika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s