Mahluk Kecil Penghuni Kamar Mandi

“Aaaaaaaakkkk……”

Begitulah reaksi setiap perempuan yang kutemui. Kalau tidak berteriak, mereka juga terkadang bergidik lantas lari tunggang-langgang, atau seapes-apesnya mereka akan kembali lagi dengan membawa sapu atau benda-benda yang bisa dipakai untuk memukulku, untung saja aku lihai melarikan diri. Hah, begitulah nasibku. Namun sekalipun demikian, aku tak kapok untuk tetap tinggal di kamar mandi ini. Kamar mandi yang menyimpan banyak cerita.

*

Suatu pagi, salah satu dari penghuni kost terburu-buru masuk kamar mandi, untung saja ia tak melihatku yang tengah berdiri di balik pintu kamar mandi. Mungkin karena saking mulesnya ia tak menyadari kehadiranku. Beberapa jenak kemudian, terdengar bunyi dering dari benda yang ia letakkan di sakunya.

“Halo… Iya om, sebentar lagi Helen sampai kok. Ini lagi di jalan. Macet. Sabar ya, Om. Love you too. Muuuaaachh.” Ucap perempuan yang tadi terburu-buru.

“Dasar tua bangka, gampang dibohongin. Kalo bukan karena duit lo, males banget gue ngelayanin aki-aki kayak lo. Hahaha.” Sambungnya, menyeringai.

Setelah perempuan yang terburu-buru tadi keluar dari kamar mandi, datang lagi perempuan dengan berkacamata yang tempo hari ingin memukulku dengan sapu. Aku harus waspada. Ia kemudian membuka pakaiannya dan meletakkannya di balik pintu kamar mandi. Ah, untung saja aku sudah beranjak dari sana, kalau tidak, entahlah apa yang terjadi. Tunggu dulu, kenapa perempuan berkacamata itu malah tertunduk dan menangis. Lalu benda apa itu yang dipegangnya.

“Kamu harus tanggung jawab Rio. Tanggung jawab.” ucapnya lirih.

Benda yang besarnya dua kali dari tubuhku itu terjatuh dari genggamnya. Aku melihat ada dua garis melintang di tengah-tengahnya. Ah ya aku ingat, tempo hari ada seorang pria yang masuk ke sini bersama perempuan ini. Dan mereka membuka pakaian bersama-sama. Hampir saja aku terinjak oleh kaki si lelaki yang kemudian memangku perempuan berkacamata ini di toilet. Perempuan berkacamata ini seperti kesakitan, tapi begitu menikmati kesakitannya, entahlah. Dan beberapa hari kemudian, perempuan dan pria itu datang lagi, dan kali ini mereka bertengkar hebat di sini. Perempuan berkacamata itu menuding-nuding si pria dengan menggunakan benda yang terjatuh tadi, dan tak beberapa lama kemudian si pria pergi setelah menampar si perempuan berkacamata ini.

Sebelum pagi ini, aku pun pernah menjumpai dua orang perempuan penghuni lainnya. Mereka begitu asyik-masyuk bergosip sambil mencuci pakaiannya, sebelum pada akhirnya mereka menyadari kehadiranku. Yang kudengar dari obrolan mereka, mereka membicarakan; dari penghuni lainnya yang menjadi simpanan Oom-oom sampai Brondongnya ibu kost yang gantengnya bikin mereka rela melakukan apa saja. Mungkin kalau mereka tahu apa yang kulihat, perempuan berkacamata yang tengah menangis ini pasti akan dijadikan bahan gosipnya. Pasti.

Setelah kejadian-kejadian apa yang sering kulihat dan kudengar dari dalam kamar mandi ini, aku bisa bersyukur menjadi mahluk yang kata sebagian manusia menjijikan. Aku bersyukur menjadi kecoa, bersyukur terhindar dari rumitnya permasalahan yang dihadapi manusia. Dan kata ibuku yang pernah melanglang ke seluruh penjuru kamar mandi, ia bilang kita adalah mahluk paling kuat, sekalipun kepala kita terputus kita masih bisa hidup sampai 36 jam, bukan itu saja ibuku juga pernah bilang satu-satunya mahluk yang mampu bertahan dari paparan radiasi nuklir adalah kita. Entahlah, nuklir itu apa? Tapi yang pasti, aku bangga menjadi kecoa.

Ah, sial. Aku ketahuan! Perempuan berkacamata itu rupa-rupanya memperhatikanku dari tadi.

Bruuukkk!!!

9 thoughts on “Mahluk Kecil Penghuni Kamar Mandi

  1. Ping-balik: orang-orang yang menguping | Jia Effendie

  2. Ping-balik: review #nguping dan pemenang | Jia Effendie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s