Sore

Sore yang kasmaran, di bawah kubah biru yang malu-malu, kecupmu yang senja menggurat di atas pualam bibirku — mengantar kanak-kanak kenang bermain di taman ingatan.

Aku serupa ilalang, dan engkau angin yang memburuku, merebahkanku dalam titik nadir pagutan.

Mendesir darah, mendegub nada-nadiku, bahkan lebih keras dari desir ombak pantai selatan yang tengah mengintai kita dari punggung-punggung karang.

Kita, sepasang mahluk dari cerita masa lalu; sama-sama dikalahkan rindu, sama-sama mengabaikan ragu. Begitu ngilu terasa meluruh.

One thought on “Sore

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s