Fix You

Idratherbethepainthatyourememberratherthanthelovethatyouforget_zps40142257Laju kereta kian kencang, sesaat setelah keluar dari Stasiun Pasar Senen. Malam itu, ada sekeping hati yang nyaris hancur berkeping-keping yang terangkut gerbong KA Senja Utama menuju Kota Semarang. Semarang, entah apa yang ia cari di sana. Kota yang biasa saja bila dibanding dengan Jogjakarta ataupun Solo. Tetapi hatinya telah memilih, Semarang-lah kota yang bisa memulihkan ingatannya dari dera luka-luka perselingkuhan dan mungkin mampu memugar hatinya yang telah remuk redam. Tetes-tetes air mata yang jatuh membasahi pipinya sepanjang perjalanan seperti adegan slow motion di film-film laga, adegan yang minta dikenang penikmatnya. Untung saja malam itu kereta yang membawanya ke kota lumpia tak penuh, hingga tak ada yang mengamati pilunya, kecuali seorang crew gerbong yang menawarinya sebuah bantal untuk mengganjal kepala.

Citra Gandari, nama perempuan itu. Di Matanya badai masih mengamuk dan api masih menyala nyalang di kepalanya. Ia tak habis pikir, lelaki yang sangat ia sayangi kini telah berubah menjadi sosok monster yang akan melumat apa pun jika tak sekehendak hatinya. Sudah dua tahun Citra hidup serumah dengan Atilla, lelaki yang dulu begitu menyayanginya. Bahkan Demi Atilla, Citra berani melawan Ayahnya dan memutuskan untuk hidup dengan Atilla. Perangai Atilla berubah drastis sejak ia dipromosikan menjadi direktur keuangan oleh perusahaan yang mempekerjakannya. Dan terlebih setelah ia bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang kebetulan melamar menjadi sekretaris pribadinya.

Seminggu sebelumnya, Atilla datang ke butik milik Citra di bilangan Tebet. Entah angin apa yang membuatnya datang menemuinya dengan membawa api di kepalanya. Tak satu pun pegawai butik Citra yang berani melerai pertengkaran sepasang kekasih itu. Pertengkaran yang tak seimbang. Kening, siku, juga di beberapa bagian di tubuh Citra lebam terkena pukulan Atilla.  Hari-hari setelah pertengkaran itu, Atilla tak lagi pulang ke rumah. ia lebih banyak menghabiskan  waktunya bersama cinta pertamanya di apartemen.

Perselingkuhan itu sudah lama diendus Citra, hanya saja Citra tak bisa berbuat banyak. Kalau saja masih ada jalan kembali pulang ke rumah orang tuanya. Sayangnya semua sudah terlambat. Ayahnya tak lagi menganggapnya anak. Bahkan ketika Ayahnya meninggal dunia, cuma ia yang tak boleh melihat wajah ayahnya untuk terakhir kalinya. Semua yang ia perjuangin dulu, sia-sia, hanya menyisa penyesalan.

Dalam kekalutan hatinya, seorang sahabat semasa kuliah dulu yang selalu menyayanginya dan mencintainya, sekalipun cintanya tak pernah ditanggapi, menghubunginya. Ah, Tuhan selalu punya cara untuk menyembuhkan dan memperbaiki hati seseorang dengan cara-cara yang tak terduga melalui orang yang bahkan tak pernah terlintas dalam pikirannya. Agastya, lelaki itu, lelaki yang menyelamatkannya dari gilasan roda-roda kesedihan. Ia sedang mengembangkan bisnis clothing-nya, dan ia membutuhkan Fashion Stylish sekaligus Fashion Designer untuk outletnya. Tak ada satu pun orang yang ada dalam pikirannya selain Citra. Ia tak peduli kalau kenyataannya nanti Citra menolak berkerjasama dengannya. Tapi nyata beda, Citra menyanggupi, walau hanya untuk enam bulan saja. Ia tak bisa menutup butiknya. Bukan, bukan karena ia tak bisa beranjak pergi dari butik yang ia bangun bersama Atilla. Semua itu karena ia harus bertanggungjawab atas nasib seluruh pegawainya yang juga telah membantunya membangun butik itu menjadi sebesar sekarang. Dan lagi pula Agastya pun tak ingin Citra menutup butiknya.

Delapan jam perjalanan dari Jakarta ke Semarang, akhirnya kereta yang membawa repihan-repihan hati yang lebam tiba di Stasiun Tawang. Dan di gerbang kedatangan, seorang lelaki yang bersedia merawat dan memperbaiki hatinya telah menunggu pelukannya. Begitupun dengan kota yang biasa saja ini, sukarela memulihkan ingatan-ingatannya dari hal-hal buruk yang menimpanya dua tahun belakangan ini.

***

One thought on “Fix You

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s