Sebuah Surat Pendek Untukmu Hari ini

Hari ini aku cuma ingin memikirkanmu dan membayangkanmu menyematkan senyum-senyum legit di bibir mungilmu yang delima, bibir yang mungkin kini sibuk berucap amin untuk setiap doa-doa yang datang berkunjung ke hatimu dan memelukmu. Erat.

Hari ini aku cuma ingin terdiam dan menikmati rona bahagia di wajahmu yang seperti langit di awal musim cerah. Tanpa mendung bergelayut di mata, tetapi selalu tampak pelangi di senyum yang pagi

Hari ini aku tak punya apa-apa untukmu, bahkan untuk sebuah kehadiran. Kalau saja huruf-huruf dalam surat ini dapat mengganti kehadiranku di sisimu, biarkan ia mengecup keningmu — sesuatu yang lama kuinginkan.

Ah, aku lupa. Ternyata di saku kiri kemejaku, aku masih memiliki degub. Barangkali kau mau menerimanya sebagai kado terindah dan anggap saja sebagai kotak musik yang tak pernah bosan memutar doa-doa baik untukmu.

Hah… Entah mengapa tiba-tiba hari ini aku ingin belajar berhitung denganmu.

Satu… dua… tiga…  Berapa pun usiamu, jangan pernah lupa berbahagia. Karena aku akan bersedih kalau kau tak bahagia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s