Rindu

Untuk Farida Teddy

Gemuruh merindu di balik selimut sutra ungu,
mengantar airmata keperaduan panjang nan lelap,
memasuki pintu-pintu mimpi merah jambu;
berhias sepasang mahluk cinta, menyambutku dengan sungging senyum yang merona.

Ah, kemana kau rindu?
Kursi-kursi masih kosong di pelataran senja;
tanpa rupa bayang punggungmu,
tanpa berai mayang rambut panjangmu yang kerap dimasaikan angin,
tanpa gemelutuk geligi mengigiti kentang goreng,
tanpa kecap lidahmu menikmati kembang gula merah jambu.

Ah, kemanakah kau rindu?
Bahkan di sudut mimpiku kau tak jua menyapa lagi.
Rindu, aku rindu!

Termangu, di pelataran senja yang masih membisu.
Sudah berapa waktu lama aku menunggu,
dan pada akhirnya bendung di ceruk mataku rembas,
menganak sungai,
meliuk bak penari anggun di temaram malam.

Ah, malam, engkau pandai menyamarkan luka, kali ini kau menyamarkan rinduku yang menggebu; jadi lelap.
Esok pagi, rinduku pasti ketahuan.
Sebab sembab tak pandai  mengelabuhi matahari.

2 September 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s