Ketika Kau Pergi

aku, serupa air mata yang tengah menghadiri pemakamannya sendiri. mengkhidmati sunyi yang bersembunyi di ruas-ruas jalan dalam kepalaku, yang di sisi-sisinya terdapat lampu-lampu remang menyalakan kenang.

ketika kau pergi…

semua berjalan jauh lebih lambat. detik-detak jarum jam seperti malas beranjak, terhalang tubuh-tubuh ingatan yang semua tentang kamu.

ketika kau pergi…

matahari yang jatuh ke peraduan tak lagi sewarna jingga, lebih kelabu daripada sisa-sisa abu rokok yang tertinggal semalam sehabis mengenangmu berjam-jam.

andai saja tangisku dapat membeli wujudmu, mungkin aku akan sering menghadiri pemakaman air mataku. semua jadi tak biasa, ketika kau ada di sini, di dadaku dan tambah tak biasa ketika kau memilih pergi meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang tak biasa yang telah menjadi sesuatu yang biasa di dadaku.

ketika kau pergi…

aku, serupa air mata yang tengah menghadiri pemakamannya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s