Sebaris Nama yang Berdebu

tumblr_m9xd4b8aoq1r5dsbpo1_500_largeGadis bermata rembulan itu bernama Niken Aulianti. Entah dari mana muasalnya, tiba-tiba saja di hatiku tumbuh perasaan ganjil. Bila ingin bertemu dengannya selalu ada degub-degub janggal kurasakan dalam dada.

Ketika itu usia kami masih belasan tahun. Niken adalah teman sekelasku di SMP Bumi Persada. Tempat dudukku dengan Niken berjarak empat meja di baris yang sama. Niken duduk paling depan, sementara aku paling belakang. Aku dan Niken bagai bumi dan langit. Sangat berbeda. Niken bintang kelas, dan selalu dapat nilai tertinggi. Sedangkan aku, tidak dapat nilai merah saja sudah bersyukur. Walaupun demikian, Niken tak pernah merendahkanku, justru ia sangat perhatian padaku. Ia tak pernah keberatan bila aku memintanya mengajari mata pelajaran yang belum kupahami. Mungkin dari sanalah muasalnya, aku jatuh cinta pada gadis bermata rembulan yang baik hati ini.

Dua puluh tahun begitu cepat berlalu. Kalau bukan karena undangan pernikahan yang diantarkan Pak Pos ke rumahku pagi tadi, mungkin nama Niken Aulianti tetap berdebu di dalam laci ingatanku sebagai kenangan yang lupa kusentuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s