Nona N


Berapa lama lagi kamu siksa mata saya dengan kesedihanmu, dengan luka yang selalu ingin kamu rayakan di tiap malam-malammu sambil menyesap kopi pahit yang selalu kamu biarkan dingin, Nona?

Tidakkah kamu dapat rasakan geletar nadi-nadi saya ingin mengabarkan apa yang selalu disembunyikan semesta pada dada kamu, Nona? Tidakkah kamu memahami guratan tanya di kening saya, ketika malam datang dan menyembunyikan kamu dari terang cahaya?

Lihatlah, lihat ke dalam dua telapak tangan saya, Nona. Tangan yang ingin sekali menimang airmata kamu, meninabobokan ribuan cemas di kepala kamu. Pandanglah, pandang manik-manik bola mata saya, Nona. Saya menyimpan banyak rindu untuk kamu di sana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s