Ode untuk Ida

Teriring lengking hingga lindap melampau semesta.
Namamu, wahai ida; lekap di pagi buta.
Seraya mengajak Tuhan berdansa.

Aku. Meniti embun, menjejak cahaya.
Tafsirkan bahasa buana, penuh tanya serta gulana.
Waktu torehkan segala yang hampa.
Sekalipun akan terlupa.

Hangat ingatan mencumbu mesra lekat di tubuh senja
memerah jingga.
Di balik rona-rona pelangi yang tergeletak, mengelak.
Ada ribuan juntai harap yang memekak.

O Ida, adinda bagi Indra.
Maya adalah nyata, nyata tak lebih dari maya dunia.
Fana!
Mengukur dengkur jarak,
Menandur rindu berpetak.
Dan, bila nasib enggan berbagi.
Hibahkan senyummu yang merapi.
Bagi debaran jantung hati yang tak mau kehilangan arti.

Wahai gadis yang melati.
Datanglah adinda yang permata.
Dalam rangkul purnama raya.
Di tengah samudera asmara.
Kita pasti bersua, bertukar tawa,
hanya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s