Di Dinding Tua Kota Lama

Lusinan kata membentang di nyalang siang langit Semarang
Dari lorong-lorong tua juga lampu-lampu jalan kota lama yang serupa potongan-potongan piktograf terhampar kian nyata
:menceritakan sekelumit cerita pada sepasang mata kamera.
Waktu-waktu tandas lekas berlalu, sementara kisah-kisah baru menggamit lekang kenang-kenangan bisu.

Dalam ingatan yang terekstrapolasi — tentang dinding-dinding retak, kolam-kolam suram, juga pada jalan-jalan yang tak lagi rapi.
Ada yang masih ingin tereja di lembaran masa; guratan-guratan agung, mematungkan segenap peristiwa-peristiwa elusif pada lensa kamera, memungut spektrum-spektrum pasi di gedung-gedung tua yang belum bosan berdiri.

2 thoughts on “Di Dinding Tua Kota Lama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s