Aku Tak Mau jadi Puisi yang Ditulis oleh Matamu

Aku tak membantah bila matamu adalah rangkuman dari keajaiban dan misteri-misteri semesta, di mana selalu banyak tempat untuk menyembunyikan sesuatu, pun membunyikan sesuatu. Semisal, aku yang mencintai diriku yang kau lihat tengah duduk kesepian dalam matamu.

Matamu juga seperti ceruk danau yang tak sekalipun tersentuh kemarau. Tempat aku yang ikan, berkeliaran. Dan mungkin akan tersangkut dijaring jala nelayan yang rindu rumah dan pelukan.

Tapi sungguh, aku tak mau jadi puisi yang ditulis oleh matamu. Aku tak mau jadi anak-anak kesedihan yang lahir dari rahim masa lalumu. Dan tubuhku bukanlah kertas tisu, tempat kau simpan bait-bait tangismu sementara waktu, yang kemudian kau baca ulang sambil lalu.

Aku tak mau jadi puisi yang ditulis oleh matamu. Bagaimana kalau kau menuliskanku dengan bibirmu saja? Sebab setahuku, kecupan adalah puisi paling indah, dan senyummu adalah kalimat yang selalu ingin kudengar berulang.

One thought on “Aku Tak Mau jadi Puisi yang Ditulis oleh Matamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s