Mei

Mei, sebentuk catatan tak terlupa, tertulis di dinding waktu. Menari-nari di antara keegoisan malam dan kebengisan siang.

Mei, datang dengan sejumput senyum tak bernama, lantas pergi begitu saja dengan meninggalkan coretan-coretan luka.

Engkau sembunyikan tangisku dalam sepi-sunyi malam-malammu. Dan aku, tameng dari rasa takutmu, kala mata nanar mereka beringas menelanjangi mata sipitmu di siang trengginas.

Mei, perjalananmu tak akan mudah. Takkan terungkap! Tapi kau telah bingkiskan padaku malam haru untuk sebuah pagi yang baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s