Akh, Rindu

— Untuk seseorang yang tak boleh kusebut namanya

Gemuruh merindu di balik selimut sutra ungu, mengantarkan air mata keperaduan panjang nan lelap. Memasuki pintu-pintu mimpi merah jambu: Berhias sepasang mahluk cinta, menyambutku dengan sungging senyum yang merona.

Akh, kemana kau rindu? Kursi-kursi goyang masih kosong di senja; tanpa rupa bayang punggungmu, tanpa berai mayang rambut panjangmu yang disentuh angin, tanpa gemelutuk geligi mengigiti kentang goreng, tanpa kecap lidahmu menikmati kembang gula bulat beraneka warna.

Akh, kemanakah kau rindu? Bahkan di mimpiku kau tak jua menyapa lagi.
Rindu, aku rindu!

Termangu, di senja yang juga membisu. Sudah berapa waktu lama aku menunggu, dan pada akhirnya bendung di ceruk mataku rembas, menganak sungai, meliuk bak penari anggun di temaram malam.

Akh, malam…
Engkau pandai menyamarkan luka, kali ini kau menyamarkan rinduku yang menggebu; jadi gelap hingga terlelap. Esok pagi, rinduku pasti ketahuan. Sebab sembab takkan mampu terhapus mentari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s