Aku Mencintai Suaramu

Dalam hitam pejam menyekap mata, bahasa begitu cahaya, aksara-aksara bisu berdendang dari bibir mungilmu — bibir ranum yang tak akan dibusukkan waktu.

Dalam setiap ingat, jemariku tak pernah alpa meraba hidung bangirmu yang mendenguskan selaksa rindu, dan dari mataku yang tak pernah mampu menangkap spektrum-spektrum kesedihan: Aku mengenali lara yang kerap dijatuhkan matamu ke dalam lembah yang jauh lebih hening dari dasar-dasar gua. Aku mengenali isak yang sering kaugumamkan, lebih lirih dari hymne-hymne kerinduan.

Aku mencintai suaramu…
Pada lekang puisimu, pada tutur keluhmu, pada setiap embus napasmu. Aku mencintai suaramu.

Dalam hitam pejamku, ada yang lebih cahaya dari terang matahari — kamu, kamu, kamu…

2 thoughts on “Aku Mencintai Suaramu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s