Kutinggalkan Kau di Alinea Terakhir

Meliarkan hati dari perangkap asmara. Biar tak lagi luka bersemayam di jiwa.
Menanti kekasih putih tak kunjung kembali. Asal seperti pelangi, tak apalah ada teman berbagi.

Menjalangkan jiwa dari ribuan derita. Biar tawa tak lagi menangisi air mata.
Kisahmu selalu ku nanti, untuk kubenci dengan kalimat-kalimat satire. Maaf kutinggalkan kau di alinea terakhir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s