Hari Perkabungan

Maaf, aku tak datang di hari perkabunganmu. Terlalu dalam dukaku tuk kupendam bersama jasadmu.
Meski raga tak lagi mampu kusentuh, dan walau jiwa telah ke nirwana, kenangmu tetap lekat di ingat.

Maaf, tak memberimu kembang setaman di hari perpisahan abadi. Betapa rapuh aku menatap wajah cantikmu dengan setelan kain kafan putih — seputih hati yang sempat kumiliki.

Maaf, telah memberimu rindu. Andai saja aku ada di sisimu ketika itu
:Membacakan mazmur-mazmur suci, membisiki syahadat menuju cahaya putih.

Aku ringkih melepasmu.
Aku lemah merelakanmu.
Aku pasrah mengikhlaskanmu.

Betapa cantiknya engkau, dinda. Tersenyum meninggalkan aku bersama mimpi-mimpi kita kemarin lusa.

Jakarta, 20 september 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s