Tanah yang Dibilang Surga

Di balik rona merah jingga, di antara semburat awan membelah khatulistiwa.
Di tanah yang pernah dibilang surga, dan air bak susu yang tak terhingga.
Aku mencintainya di setiap kibar benderanya. Walau kini lesu dan tak berwarna.

Di balik rona merah jingga, aku terpaku dalam senja.
Tanah ini masihkah berharga, di tangan pemimpin yang pandai berdusta?
Aku membencinya di setiap sumpah serapahnya. Saat perut buncit keserakahan, dianggap kelaparan. Dan ketika pendosa diagungkan seperti raja.

Di balik rona merah yang memudar, tanah ini nyaris hancur tercabar.
Tak ada tempat untuk mengadu, karena hukum sudah dibelenggu, oleh si dungu yang tak tahu malu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s