Semenjak Itu

Semenjak rembulan jadi bunga, malam hilang di langit mata.
Di tangkai duri-duri, menyungging angkuh taklagi berteman jemari.

Semenjak hujan kemarin senja, bunga-bunga luruh ke dasar telaga.
Kupu-kupu kehilangan teman cengkrama, bunga mati menatap iba: tenggelam tertelan lara.

2 thoughts on “Semenjak Itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s