Rumah Kita ( Nanti)

Ini rumah kita sayang, tak ada hiasan apapun selain foto pernikahan yang bingkainya sudah lapuk; sebab rayap-rayap senang memakaninya. Namun aku bersyukur atas cinta yang baik, yang tak pernah lapuk dirayapi usia waktu.

Ini rumah kita sayang, tak terlalu besar memang, hingga kebahagiaan-kebahagiaan harus kuletakkan di ingatan saja. Tetapi juga tak terlampau kecil untuk dipadati dengan senyuman-senyumanmu dan tawa riang anak-anak kita.

Ini rumah kita sayang, tempat aku memahamimu sepanjang umur dan tempatmu berbagi cerita untuk setiap hal-hal hebat yang kau lakukan bersama anak-anakku.

Ini rumah kita sayang, tak terlalu mewah untuk sekadar cintaku yang sederhana dan tak terlalu lusuh untuk kasih sayangmu yang begitu tulus.

Ini rumah kita sayang, lembaran yang selalu kita tulisi dengan pesan-pesan damai yang ‘kan kita wariskan sebagai kitab suci pedoman anak-anak kita nanti.

Ini rumah kita sayang, tempat impianku menua, membungkuk, rebah, dan mati. Mati di antara dua kalimat syahadat yang kau tuntun melalui telingaku.

Ini rumah kita sayang, diorama surga yang akan selalu menjadi kenangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s