Tangan Mungil Itu, Kembali Mengoyakku

Surat ke-13, yang diantar seorang kurir tergeletak di atas meja. Pria berkacamata itu masih saja mengamati dengan seksama, entahlah apa yang ada dibalik amplop berwarna biru itu, pikirnya. Entah luka atau rindu.

3 hari yang lalu, ada seorang wanita termenung, tak ada kata yang melingkari kepalanya. Sang dara berhenti menulis, ia sembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangan dan menangis pilu.

Beberapa saat kemudian hatinya memutuskan untuk membuka rahasia paling suci kepada pena dan kertas yang ada di hadapannya. Ia menarik nafas dan airmatanya pun lesap ke angkasa, setelahnya pena dan kertas pun bersekutu; menawar luka, meredam rindu. “Aku masih mencintaimu” hanya tiga kata mewakili semesta rasa di hatinya. Lantas dari matanya terbitlah cahaya. Harapan.

Hari ini pria berkacamata mengabaikan suratnya lagi. Sampai tangan-tangan mungil datang dan mengoyaknya jadi keping-keping kecil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s