Lelaki Yang Menanti Kata Seorang Gadis

Sepagian tadi di mataku terlihat seorang lelaki mondar-mandir
Memanggul berkerat-kerat rindu di bahunya.
Dari gudang ingatan di kepalanya, ke dalam hati seorang gadis di seberang jauh sana.

Tak ada titik-titik peluh, pun rintik-rintik keluh. Tak ada!
Hanya sinaran senyum bercahaya, terus berkembang, terus mengembang.
Bak mentari pagi, sekalipun tak dinanti tak dipeduli, terus kembali.

Seorang gadis dengan mata lentik, masih saja membisu di keriuhan dadanya.
Sesekali mata lentiknya melirik ke arah lelaki pemanggul rindu,
Mengabari isyarat yang tak boleh terucap.
“Sudah jangan penuh hatiku dengan rindumu. Sudah!” isyaratnya.

Tetapi, lelaki itu tetap tersenyum, sembari memanggul rindunya. Berkali-kali.
Ia mencari-cari ruang kosong di hati si gadis tuk dipenuhi rindu.
Tak mampu membaca isyarat di mata si gadis.

Si gadis masih saja terdiam, kata-katanya menumpuk di ujung lidah.
Menumpuk, dan meluap jadi air mata. Entah sebagai apa.

“Apakah cinta serumit itu?” kataku pada langit.
Lalu tak beberapa lama hujan turun, sembari berkata.
“Akulah cinta. Rasakanlah, bila kata tak dapat membahasakannya.”

“Ah, cinta… Pertautkanlah mereka!” kataku.

Semarang, 14 Februari 2012 09:19

One thought on “Lelaki Yang Menanti Kata Seorang Gadis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s